Panduan Lengkap: Hal-hal yang Boleh dan Dilarang Saat Menjalankan Ibadah Haji dan Umrah

Dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah, umat Islam diwajibkan untuk mematuhi aturan dan ketentuan khusus, terutama setelah memasuki keadaan ihram. Kondisi ihram menandai dimulainya ibadah haji atau umrah, di mana segala aktivitas harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan agar ibadah berjalan sesuai syariat.
Hal ini merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 196 yang berbunyi:
وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ
Artinya: "Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah..."
Memahami Ihram dalam Ibadah Haji dan Umrah
Ihram adalah niat dan kondisi khusus yang harus dipenuhi sebelum memulai ibadah haji atau umrah. Ihram dimulai sebelum melewati miqat dan berakhir saat tahallul, yaitu saat mencukur rambut sebagai tanda selesai menjalankan ihram. Selama berada dalam keadaan ihram, ada sejumlah hal yang diperbolehkan dan juga larangan yang wajib dipatuhi.
Hal-hal yang Diperbolehkan Saat Ihram
Menurut Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah dari Kementerian Agama, beberapa aktivitas yang masih boleh dilakukan selama ihram meliputi:
-
Membunuh hewan berbahaya seperti kalajengking, tikus, ular, anjing buas, gagak, nyamuk, dan lalat demi menjaga keselamatan.
-
Melakukan mandi dan menggosok gigi untuk menjaga kebersihan.
-
Berbekam serta memakai minyak angin atau balsem sebagai bentuk pengobatan.
-
Memakai aksesori seperti kacamata, jam tangan, cincin, dan ikat pinggang.
-
Berteduh di bawah payung, tenda, kendaraan, atau pohon.
-
Bagi wanita, membuka tangan dan kaki saat berwudhu di tempat yang khusus untuk perempuan.
-
Mencuci dan mengganti kain ihram jika diperlukan.
-
Menggaruk kepala dan tubuh untuk menghilangkan rasa gatal.
-
Menyembelih hewan ternak jinak atau ikan yang diperbolehkan.
-
Memakai perhiasan khusus bagi wanita.
Larangan yang Harus Dihindari Saat Menunaikan Haji dan Umrah
Berdasarkan panduan dari Buku Doa dan Dzikir Haji & Umrah karya Deden Hafid Usman dan rekan, larangan dalam ihram dibagi menjadi tiga kelompok utama:
-
Larangan yang Membatalkan Haji dan Umrah:
-
Sengaja meninggalkan rukun ibadah haji atau umrah.
-
Melakukan hubungan suami istri selama ihram.
-
-
Larangan yang Tidak Membatalkan tapi Wajib Dam (Denda):
-
Memakai pakaian berjahit bagi laki-laki.
-
Memotong rambut atau bulu tubuh.
-
Memotong kuku.
-
Menggunakan parfum atau wewangian.
-
Membunuh atau menyakiti binatang buruan yang tidak membahayakan.
-
-
Larangan yang Mengurangi Pahala Ibadah:
-
Melakukan bercumbu rayu.
-
Berbuat dosa atau fasik.
-
Berdebat dan bertengkar.
-
Mengucapkan kata-kata kasar atau kotor.
-
Ringkasan Larangan Ihram Menurut Ensiklopedia Fiqih
Dalam Ensiklopedia Fiqih Haji & Umrah karya Gus Arifin, larangan ihram terutama meliputi:
-
Penggunaan kain berjahit untuk pria.
-
Berhias dan memakai parfum.
-
Memotong bulu dan kuku.
-
Menggunakan minyak pada rambut, kepala, jenggot, atau bagian tubuh lainnya.
-
Aktivitas terkait pernikahan, seperti akad, hubungan suami istri, dan meminang.
-
Membunuh binatang buruan selama ihram.
Dengan mengetahui dan mematuhi aturan ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah haji dan umrah dengan penuh kesempurnaan dan sesuai tuntunan syariat. Disiplin terhadap ketentuan ihram menjadi kunci agar ibadah diterima dan membawa berkah.
Bagi Anda yang tengah mempersiapkan diri menuju Tanah Suci, pastikan semua aturan di atas sudah dipahami dengan baik agar perjalanan ibadah berjalan lancar dan khusyuk. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita semua, اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا.
