Musim Haji 2025 Dimulai: Kedatangan Perdana Jemaah dari Berbagai Negara Sambut Kehadiran di Saudi

Musim haji 2025 telah resmi dimulai dengan kedatangan kelompok pertama jemaah dari berbagai negara. Pada pagi hari Selasa, Arab Saudi menyambut 262 jemaah asal India yang tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz, Madinah. Kehadiran mereka menjadi tanda dimulainya arus kedatangan jemaah haji global tahun ini.
Menurut laporan dari kantor berita Saudi SPA, rombongan jemaah dari Hyderabad, India, yang terbang dengan maskapai Saudia Airlines, disambut dengan meriah menggunakan bunga, bingkisan peringatan, dan sambutan hangat dari pejabat tinggi. Dr. Abdulaziz Wazzan, Plt. Wakil Menteri Haji dan Umrah, serta Duta Besar India untuk Arab Saudi, Dr. Suhel Ajaz Khan, hadir untuk menyambut para jemaah.
Bandara beroperasi dengan lancar berkat kerjasama antara lembaga layanan di lokasi. Pemerintah Arab Saudi memastikan bahwa fasilitas logistik, kesehatan, dan perhotelan siap untuk melayani jutaan jemaah yang datang dari seluruh dunia.
Selain India, negara lain seperti Bangladesh, Pakistan, dan Malaysia juga mengirimkan jemaah yang tiba melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dan Madinah. Salah satu penerbangan membawa 396 jemaah dari Dhaka, Bangladesh, yang disambut oleh Menteri Transportasi dan Logistik Saudi, Insinyur Saleh Al-Jasser.
Al-Jasser juga menyampaikan bahwa enam bandara utama telah dipersiapkan untuk operasional haji 2025, termasuk Bandara King Abdulaziz (Jeddah), Bandara Pangeran Mohammed bin Abdulaziz (Madinah), dan Bandara lainnya seperti Taif, Riyadh, dan Dammam.
Selain itu, penerbangan dari beberapa negara juga hadir dalam program unggulan "Rute Makkah", seperti dari Islamabad, Hyderabad, dan Kuala Lumpur. Program ini memungkinkan jemaah menyelesaikan proses visa, bea cukai, dan imigrasi di negara asal sebelum berangkat, sehingga mereka dapat langsung menuju tempat penginapan di Mekkah dan Madinah.
Pemerintah Saudi juga menegaskan larangan bagi pemegang visa non-haji untuk memasuki kota suci Mekkah, mulai 29 April. Pelanggaran terhadap peraturan ini dapat dikenai denda hingga SAR 50.000, hukuman penjara enam bulan, serta deportasi.
Dengan sistem yang semakin tertata dan ramah jemaah, Arab Saudi menunjukkan komitmennya untuk memberikan pengalaman ibadah haji yang aman, nyaman, dan berkesan bagi jutaan umat Muslim yang datang dari seluruh dunia.
